Selasa, 28 April 2009

R.A Kartini

Riwayat Singkat

"RADEN AJENG KARTINI"


Raden Ajeng Kartini dilahirkan di jepang pada tanggal 21 April 1879, jadi bertepatan 127 tahun yang lalu. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu kelahiran Raden Ajeng Kartini, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.


Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk melebihi dari apa yang diterimanya dari alam. Karena kaum wanita tidak berdiri kesempatan untuk belajar membaca, menulis dan sebagainya. Dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai kewajiban tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.


Raden Ajeng Kartini yang telah meningkat dewasa pada waktu itu, tidak dapat melihat kenyataan ini meskipun beliau dilahirkan didalam lingkungan ditengah-tengah kebangsawanan atau keningratan yang pada waktu itu mempunyai taraf kehidupan sosial yang sangat berbeda dengan masyarakat banyak yang hidup didalam lingkungan kehidupan adat yang sangat mengekang kebebasan tetapi beliau tidak segan-segan turun kebawah bergaul dengan masyarakat biasa, untuk mengembangkan ide dan cita-citanya yang hendak merombak status sosial kaum wanita, dan cara-cara kehidupan dalam masyarakat dengan semboyan : "Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti halnya kaum laki-laki".


Dengan melanggar segala aturan-aturan adat pada saat itu, Raden Ajeng Kartini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya yang setara dengan pendidikan kaum penjajah belanda pada waktu itu, beliau sempat mempelajari kegiatan-kegiatan kewanitaan lainnya.


Dengan pengetahuan serta pengalaman yang didapatnya, Raden Ajeng Kartini secara berangsur-angsur dan setahap demi setahap tapi pasti berusaha menambah kehidupan yang layak bagi seorang kaum wanita.


Perkawinan Raden Ajeng Kartini pada tahun 1903 dengan Raden Adipati Joyoningrat Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan. Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian putri lainnya.


Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa indonesia dan kaum wanita, khususnya melalui sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.


Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menampakkan kaum wanita ditempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang".


Raden Ajeng Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun, beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah.


Tetapi perjuangan serta cita-cita beliau tetap berkumandang dan berkembang, terbukti dalam masa pembangunan sekarang ini tidak sedikit kaum wanita yang memegang peranan penting, baik dalam pemerintahan dalam bidang swasta sesuai dengan profesi masing-masing.


Demikianlah pengungkapan kembali sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini, semoga peringatan kali ini membawa manfaat dan membulatkan tekad kita bersama dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara yang sangat kita cintai ini, dan kita dapat memetik buahnya serta butir-butir perjuangan beliau demi kelanjutan perjuangan bangsa indonesia umumnya dan perjuangan wanita khususnya.

Masalah Manohara,Intregitas yang dipertanyakan

Lagi,rasa nasionalisme kita dipertanyakan oleh bangsa lain.intregritas kita sebagai bangsa indonesia,bangsa yang besar dan mampu melindungi hak dan aspirasi rakyatnya diragukan....
belum lepas dalam ingatan kita akan tingkah laku negara serumpun itu....
yag mengklaim beberapa unsur kebudayaan kita,nasib tkw yang terus dijadikan objek pelampiasan nafsu majikannya,serta daerah perbatasan yang selalu membawa cerita tidak menyenangkan..
apakah semua itu belum cukup bagi kita untuk mempertanyakan kembali intregritas bangsa ini.
kemana pemerintah,apakah ada tindakan yang membuat semua tanya terjawab?apakah bangsa tersebut meminta maaf pada kita?apakah ada kejelasan dalam hukum kita mengenai nasib para tkw?untuk sampai saat ini saya berani berkata belum.seorang ibu berkebangsaan Indonesia yang memiliki suami berkebangsaan Malaysia,namun tidak diperbolehkan untuk bertemua bahkan via telepon sekalipun.jika bicara hak,tidak ada hal yang perlu diperhitungkan.
pemerintah harusnya tidak tinggal diam.karena ini adalah pembatas hak seorang warga dunia.da dalam kasus ini dunia melihat sebagai dilema.
lagi dan lagi,kasus Manohara yang hangat dibicarakan khalayak ramai.semakin meruncingkan keadaan yang membuat kita berpikir,benarkah malaysia itu saudara serumpun kita...tinggal bagaimana kita menyikapinya....anda lebih tau jawabannya...
yang pasti untuk saat ini,apa tindakan pemerintah pada masalah yang satu ini.sebelum keadaan memanas dan pihak2 yang berusaha meruncingkan keadaan merasa menang.
dunia internasional hanya tau bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergantung pada bangsa lain.kemana martabat kita sebagai bangsa?
hal itu patut dipertanyakan kembali pada kita semua.karena masa depan nama sebuah bangsa ada pada kita.....Indonesia.
ini adalah kutipan yang lebih lengkapnya yang saya unduh dari detiknews.com
Rabu, 22/04/2009 15:12 WIB
Model Cantik Dianiaya Pangeran
Pemerintah Didesak Serius Sikapi Kasus Manohara
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Manohara Pinot (dok keluarga)
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Manohara Odelia Pinot. Model cantik yang dinikahi Pangeran Kelantan Malaysia Tengku Muhammad Fakhry ini diberitakan disiksa suaminya.

"Saya prihatin dengan kasus Manohara Pinot, pemberitaan di media menunjukan pemerintah angkat tangan," kata Din.

Hal itu disampaikan Din usai peluncuran buku 'Memecah Kebisuan Muslim Kristen Katolik, Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan" di Hotel Harris, Jl Dr Sahardjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2009).

Din juga menyatakan kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak bisa melindungi warga negaranya yang mengalami penganiayaan di luar negeri. "Pemerintah seharusnya melakukan langkah-langkah untuk melindungi setiap warga negaranya di luar negeri," katanya.

Kekecewaan yang sama diungkapkan istri mantan Presiden Gus Dur, Sinta Nuriah Wahid. Menurut Sinta, pemerintah kurang tanggap dalam menangani kasus ini.

"Jangan warga kita mendapat perlakuan tidak karuan dibiarkan saja seolah-olah begitu murahnya warga negara kita," katanya.

Sinta juga meminta berbagai instansi terkait seperti Deplu, kepolisian dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk untuk bersama-sama menangani kasus ini. Ngobrolin model cantik Manohara Odelia Pinot?