Kamis, 09 April 2009

AIDS confension

aku takut menutup mata
takut kalau tidak bisa terbuka kembali
aku takut menutup mata
takut kalau tak bisa melihat bunda lagi
aku takut menutup mata
takut kalau aku sendiri
aku takut menutup mata
takut kalau nantinya aku mati

sekedar melihat wajah bunda
yang setiap kala menemani malamku
sekedar melihat cahaya lilin sunyi
yang selalu menjagaku dari gelapnya hari

bunda tetap disisi
takkan tertidur walau larut menghampiri
bunda tetap disisi
memanjatkan doa pada ilahi

aku sakit
dalam hati pun sakit
tapi tak ada obat untukku,
kata bunda
orang disana masih mencarinya
sekalipun ada,bunda tak mampu membelinya
sedih rasanya
jiwaku rasa tak ada
jika ku tahu akan sengsara
kenapa tuhan memberiku nyawa

tapi tak apa bunda....
bagiku obat adalah tawa bunda
jika bunda bahagia tentram rasanya

walau setiap kulihat mentari,
aku sadar hidupku berkurang lagi
berkurang untuk satu hari
namun bibir ini tak boleh berhenti
untuk terus mengucapkan doa pada ilahi

jangan takut kata bunda
karena harapan akan selalu ada
dan akupun percaya
aku akan bahagia

aku takut menutup mata
tapi kata bunda
tidurlah,walau untuk selamanya
kau akan bahagia nantinya

aku takut bunda...
aku takut menutup mata
karena hanya kau lah seorang yang kupunya
jika aku tiada, aku dengan siapa

aku takut bunda
aku takut menutup mata.......