Selasa, 21 Oktober 2008

Laskar pelangi dan Wajah Pendidikan saat ini



Satu lagi film tanah air yang kembali menggugah hati kita serta menginspirasi banyak orang.mengubah stigmata kita pada dunia pendidikan. Laskar Pelangi. film yang diangkat dari novel karya Andre Hirata ini mengambil background tanah Belitung taun 70an. dimana pendidikan menjadi sesuatu yang amat mahal bagi masyarakat kelas bawah. diisi oleh sepuluh anak luar biasa dan sesosok guru tekun yang mengabdikan dirinya untuk memberikan pengajaran secara optimal. mungkin beberapa dari kita udah ngeliat filmnya atau bahkan membaca novelnya. ini patut kita banggakan. dalam beberapa taun terakhir, sineas2 kita mampu membuat film yang bisa menginspirasi banyak orang. berbagai kalangan. bahkan presiden SBY pun mengiyakannya. mulai dari film nagabonar jadi 2, ayat-ayat cinta sampai yang terakhir laskar pelangi. satu ama lain memilki keunikan sendiri2. dan yang akan gw bahas disini adalah tentang film laskar pelangi. benarkah film laskar pelangi akan mampu mengubah wajah pendidikan kita sekarang ini? ...

mengenai anggaran pendidikan 20% dalam RAPBN 2009, bisa menjadi acuan perubahan pada pendidikan dalam negeri. dalam undang2 memang telah tertulis. tapi baru sekarang program tersebut terealisasikan. program pendidikan kita memang belum sepenuhnya tercapai seperti yang dicita2kan dalam undang2 45. tapi sebagai warga negara yang baik sepatutnya kita harus selalu mendukung apa yang telah dicanangkan oleh pemerintah. mungkin dari sinilah nantinya kebangkitan bangsa ini akan terealisasikan setelah sekian lama bangsa kita terpuruk oleh sekelibat masalah yang tak kunjung berakhir. dan jika kita mau membicarakan masalah fasilitas pendidikan yang udah ada sekarang ini,masih banyak sekolah2 dipedalaman yang sama sekali tidak memiliki akses untuk pendidikan yang optimal. terlebih masih banyak teman2 kita yang belum mengenal pendidikan. angka buta huruf dinegara kita juga masih dibilang cukup tinggi. bahkan dikawasan asia tenggara sekalipun. melihat kondisi sekarang ini , sepertinya ini adalah pekerjaan pemerintah yang harusnya sudah dari lama terselesaikan.

Apa yang membedakan pendidikan taon 70 yang mengambil konsep film laskar pelangi yang penuh keterbatasan dengan pendidikan saat ini yang segalanya memiliki kemudahan. mengapa sekolah yang dipandang sebelah mata dan dengan keterbatasannya mampu mengalahkan sekolah favorit dalam cerita tersebut? jawabannya adalah semangat. itulah yang menjadi tolak ukur sebuah kesuksesan. harusnya semangat tersebut tidak hanya semata2 dalam sebuah cerita. harusnya kita yang hidup dijaman dengan segala kemudahan mampu melebihi semangat anak2 laskar pelangi tersebut.

dan semoga dengan segala bentuk rencana perubahan yang ditetapkan pemerintah kita saat ini akan mampu merubah wajah pendidikan kita menjadi lebih baik dari sekarang......

Musisi dan Pembajak








Bicara soal musik tanah air, sepertinya kita boleh berbangga hati. pasalnya emang belakangan ini udah marak banget musisi2 tanah air yang menunjukkan eksistensinya dalam bermusik. gk keitung sudah berapa banyak musisi yang mengeksiskan diri n mencamtumkan namanya diindusti ini.
mulai dari musisi senior sampe yang masih berumur jagung, adu kekuatan buat unjuk gigi. lagu2nya didenger dimana2. mulai dari gadget pribadi, radio lokal bahkan sampe kemalaysia,tv nasional dalam chart2 tangga lagu, kendaraan umum,cafe2 dimanapun. gk ketinggalan bagi para pengamen jalanan. mereka gk bakal kepusingan lagi milih lagu yang asik didenger costemer. ini memang menjadi dilematis bagi kita.ditengah kesulitan bangsa ini dalam menghadapi dampak krisis global n kelumpuhan akibat krisis moneter taon '98 yang masih berdampak bagi perekonomian negara,mereka masih mampu membuktikan bahwa masih banyak yang bisa kita banggakan dari bangsa ini pada masyarakat dunia.yang lebih membahagiakan lagi, mereka bisa memberikan devisa bagi negara melalui album pembelian dan show yang mereka adakan.
dan seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat sekarang mulai mengenal yang namanya digital album. dimana setiap orang bisa mengakses album atau lagu yang mereka inginkan via internet. jadi gk perlu lagi beli album bentuk hardisknya. kemudahan ini berdampak juga ama pendapatan musisi yang menggantungkan incomenya ama pembelian albumnya. terlebih bagi musisi yang masih baru. inovasi ini juga baru beberapa musisi yang menggunakan. kalau mendownload lagu aja bisa gratis,darimana mereka bisa mendapatkan pemasukan. belum lagi masalah pembajakan yang jadi penyakit kronis negeri ini. dari dulu yang namanya pembajak laris aja kaya kacang rebus. terkadang yang bikin heran, belum juga kita denger lagunya ternyata udah ada dikaset bajakan. faktor murah yang ditawarkan para pembajak emang menjadi kendala utama sulitnya memberantas pembajakkan. tapi sebenarnya menurut teori ilmu ekonomi, dimana ada pembeli maka disitu ada penjual. jadi kita juga yang sebenarnya melegalkan yang namanya pembajakan. seandainya kita gk membeli kaset bajakn, pasti mereka para pembajak akan kehilangan konsumen n berimbas pada kebangkrutan usaha mereka. n seandainya kita membeli kaset original, kita juga menyumbangkan devisa buat negara. tapi namanya juga orang indonesia (bukan maksudnya nyindir, ya sebagian lah) yang kebanyakan perekoniomiannya relatif menengah kebawah, mereka mungkin berpikir buat apa juga beli yang mahal klo ada yang jual murah. padahal klo musisi gk bisa mendapatkan pemasukan. sulit juga buat mereka untuk menciptakan karya2 yang baru. so...mau sampai kapan kita memelihara trend pembajakkan seperti ini?
segalanya kembali pada kita...
karena hidup itu pilihan...


maju terus industri musik tanah air.....