Lagi,rasa nasionalisme kita dipertanyakan oleh bangsa lain.intregritas kita sebagai bangsa indonesia,bangsa yang besar dan mampu melindungi hak dan aspirasi rakyatnya diragukan....
belum lepas dalam ingatan kita akan tingkah laku negara serumpun itu....
yag mengklaim beberapa unsur kebudayaan kita,nasib tkw yang terus dijadikan objek pelampiasan nafsu majikannya,serta daerah perbatasan yang selalu membawa cerita tidak menyenangkan..
apakah semua itu belum cukup bagi kita untuk mempertanyakan kembali intregritas bangsa ini.
kemana pemerintah,apakah ada tindakan yang membuat semua tanya terjawab?apakah bangsa tersebut meminta maaf pada kita?apakah ada kejelasan dalam hukum kita mengenai nasib para tkw?untuk sampai saat ini saya berani berkata belum.seorang ibu berkebangsaan Indonesia yang memiliki suami berkebangsaan Malaysia,namun tidak diperbolehkan untuk bertemua bahkan via telepon sekalipun.jika bicara hak,tidak ada hal yang perlu diperhitungkan.
pemerintah harusnya tidak tinggal diam.karena ini adalah pembatas hak seorang warga dunia.da dalam kasus ini dunia melihat sebagai dilema.
lagi dan lagi,kasus Manohara yang hangat dibicarakan khalayak ramai.semakin meruncingkan keadaan yang membuat kita berpikir,benarkah malaysia itu saudara serumpun kita...tinggal bagaimana kita menyikapinya....anda lebih tau jawabannya...
yang pasti untuk saat ini,apa tindakan pemerintah pada masalah yang satu ini.sebelum keadaan memanas dan pihak2 yang berusaha meruncingkan keadaan merasa menang.
dunia internasional hanya tau bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergantung pada bangsa lain.kemana martabat kita sebagai bangsa?
hal itu patut dipertanyakan kembali pada kita semua.karena masa depan nama sebuah bangsa ada pada kita.....Indonesia.
ini adalah kutipan yang lebih lengkapnya yang saya unduh dari detiknews.com
Rabu, 22/04/2009 15:12 WIB
Model Cantik Dianiaya Pangeran
Pemerintah Didesak Serius Sikapi Kasus Manohara
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
belum lepas dalam ingatan kita akan tingkah laku negara serumpun itu....
yag mengklaim beberapa unsur kebudayaan kita,nasib tkw yang terus dijadikan objek pelampiasan nafsu majikannya,serta daerah perbatasan yang selalu membawa cerita tidak menyenangkan..
apakah semua itu belum cukup bagi kita untuk mempertanyakan kembali intregritas bangsa ini.
kemana pemerintah,apakah ada tindakan yang membuat semua tanya terjawab?apakah bangsa tersebut meminta maaf pada kita?apakah ada kejelasan dalam hukum kita mengenai nasib para tkw?untuk sampai saat ini saya berani berkata belum.seorang ibu berkebangsaan Indonesia yang memiliki suami berkebangsaan Malaysia,namun tidak diperbolehkan untuk bertemua bahkan via telepon sekalipun.jika bicara hak,tidak ada hal yang perlu diperhitungkan.
pemerintah harusnya tidak tinggal diam.karena ini adalah pembatas hak seorang warga dunia.da dalam kasus ini dunia melihat sebagai dilema.
lagi dan lagi,kasus Manohara yang hangat dibicarakan khalayak ramai.semakin meruncingkan keadaan yang membuat kita berpikir,benarkah malaysia itu saudara serumpun kita...tinggal bagaimana kita menyikapinya....anda lebih tau jawabannya...
yang pasti untuk saat ini,apa tindakan pemerintah pada masalah yang satu ini.sebelum keadaan memanas dan pihak2 yang berusaha meruncingkan keadaan merasa menang.
dunia internasional hanya tau bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergantung pada bangsa lain.kemana martabat kita sebagai bangsa?
hal itu patut dipertanyakan kembali pada kita semua.karena masa depan nama sebuah bangsa ada pada kita.....Indonesia.
ini adalah kutipan yang lebih lengkapnya yang saya unduh dari detiknews.com
Rabu, 22/04/2009 15:12 WIB
Model Cantik Dianiaya Pangeran
Pemerintah Didesak Serius Sikapi Kasus Manohara
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Manohara Pinot (dok keluarga)
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Manohara Odelia Pinot. Model cantik yang dinikahi Pangeran Kelantan Malaysia Tengku Muhammad Fakhry ini diberitakan disiksa suaminya.
"Saya prihatin dengan kasus Manohara Pinot, pemberitaan di media menunjukan pemerintah angkat tangan," kata Din.
Hal itu disampaikan Din usai peluncuran buku 'Memecah Kebisuan Muslim Kristen Katolik, Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan" di Hotel Harris, Jl Dr Sahardjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2009).
Din juga menyatakan kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak bisa melindungi warga negaranya yang mengalami penganiayaan di luar negeri. "Pemerintah seharusnya melakukan langkah-langkah untuk melindungi setiap warga negaranya di luar negeri," katanya.
Kekecewaan yang sama diungkapkan istri mantan Presiden Gus Dur, Sinta Nuriah Wahid. Menurut Sinta, pemerintah kurang tanggap dalam menangani kasus ini.
"Jangan warga kita mendapat perlakuan tidak karuan dibiarkan saja seolah-olah begitu murahnya warga negara kita," katanya.
Sinta juga meminta berbagai instansi terkait seperti Deplu, kepolisian dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk untuk bersama-sama menangani kasus ini. Ngobrolin model cantik Manohara Odelia Pinot?
"Saya prihatin dengan kasus Manohara Pinot, pemberitaan di media menunjukan pemerintah angkat tangan," kata Din.
Hal itu disampaikan Din usai peluncuran buku 'Memecah Kebisuan Muslim Kristen Katolik, Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan" di Hotel Harris, Jl Dr Sahardjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2009).
Din juga menyatakan kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak bisa melindungi warga negaranya yang mengalami penganiayaan di luar negeri. "Pemerintah seharusnya melakukan langkah-langkah untuk melindungi setiap warga negaranya di luar negeri," katanya.
Kekecewaan yang sama diungkapkan istri mantan Presiden Gus Dur, Sinta Nuriah Wahid. Menurut Sinta, pemerintah kurang tanggap dalam menangani kasus ini.
"Jangan warga kita mendapat perlakuan tidak karuan dibiarkan saja seolah-olah begitu murahnya warga negara kita," katanya.
Sinta juga meminta berbagai instansi terkait seperti Deplu, kepolisian dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk untuk bersama-sama menangani kasus ini. Ngobrolin model cantik Manohara Odelia Pinot?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar